Selasa, 18 Maret 2014

HMI, Marakom dan Mb Yayuk

Bukan kali pertama ini saja saya menuliskan hubungan ku dengan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), MARAKOM (Markas Komisariat) dan kader-kader himpunan dilingkungan kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Singkatnya pada Senin malam (17/03/2014) ketika hujan membasahi Yogyakarta, ketika itu hujan memberikan cerita tersendiri bagi saya yang barangkali tidak akan menghebokah layaknya seperti berita-berita di media masa ketika kawan-kawan Himpunan turun aksi. Namu bagi saya pribadi hubungan HMI-MPO dengan sosok perempuan yang bernama mb-Yayuk perlu di ceritakan, karena kontribusinya di balik layar untuk kader-kader himpunan di Marakom.
Sekilas tentang Mb-Yayuk
Sosok wanita yang tidak pernah absen setiap harinya untuk mengunjungi Markas HMI (marakom) jika mau dibandingkan dengan kader-kader diluar penghuni marakom (yang nge-kos), kemungkinan besarnya mb-Yayu adalah salah satu orang selalu kangen dengan Marakom maupun kader-kader Himpunan yang tinggal di Marakom. Contohnya ketika saya, yang alhamdulillah untuk tahun 2014 ini diamanahi untuk menduduki kursi di jajaran para kader-kader di tingkatan KORKOM (Kordinator Komisariat – tingkat paling tinggi di wilayah Univesitas di bawah naungan Cabang HMI Yogyakarta) seharunya bisa lebih sering untuk bisa singgah di marakom. Tapi nyatanya memang aku tidak sesering mb-yayuk.
mara kom
Walaupun Hujan Mb-Yayuk tetap Datang
Hujan lebat di malam itu cukup membuat ku kaget ketika mb-yayuk yang setengah dari baju yang ia pakai sudah basar karena air hujan. Mb-yayuk selalu datang tiap ba’da magrib ke marakom untuk menjajakan jualnya kepada para penghuni marakom, sampai saya bertanya kepada mb-yayuk “kok hujan-hujan gini masih jualnya to mb, kemarakom lagi” “Mb-yayu : ne orak merene mengko kue karo bocah-bocah arep maem opo jel”. “saya hanya bisa mesem”.
Mb-Yayuk adalah sosok wanita yang hampir semua kader-kader lingkungan HMI UIN Sunan Kalijaga dan apalagi yang pernah menjadi penghuni Marakom pasti mengenalnya. Mb-yayuk adalah penjual nasi gendong keliling, yang biasanya mendatangi langung ke tempat kos atau kontrakan untuk berjualan.

Dari saya untuk mb-Yayuk. Salam kangen selalu

2 komentar: